Rabu, 26 September 2012

Cara Mengatasi Tumpahan Cairan Asam II

Penanganan Tumpahan Bahan Kimia




Asam  Sulfat, H2SO4
Jangan sentuh tumpahan asam karena dapat merusak kulit atau pakaian dan lantai. Netralkan tumpahan dengan larutan Soda atau kapur tohor, sebelum disiram dengan air. Beri ventilasi. Hati – hati terhadap tempat rendah (uap lebih berat dari pada udara). Pakai alat pelindung diri dalam menangani tumpahan asam.
Asam Klorida, HCl
Penanganan kebocoran gas atau tumpahan larutan HCl harus memakai alat pelindung diri, terutama pelindung pernafasan dan kulit. Uap dapat disemprot dengan air. Tumpahan yang tidak diambil dinetralkan dengan soda atau kapur tohor. Siram dengan air.
Asam Perklorat, HClO4
Setiap tumpahan asam perklorat di laboratorium segera harus diencerkan dengan airt. Tumpahan asam tidak boleh di lap dengan kain atau bahan selulosa lain, karena akan terbakar. Lantai bekas tumpahan dapat disiram dengan air. Jangan menyentuh tumpahan asam
Hidrogen Peroksida, H2O2
Gunakan alat pelindung diri dalam menangani kebocoran/tumpahan, beri ventilasi di daerah kerja. Jangan sentuh cairan. Sedikit tumpahan dapat disiram dengan air. Tumpahan jumlah banyak dapat diserap dengan tanah atau pasir. Jauhkan material yang mudah terbakar.
Asam Florida, HF
Penanganannya dapat ditangani oleh personel  yang  memakai alat pelindung diri. Jangan menyentuh bahan yang tertumpah. Serap Tumpahan yang terjadi dengan tanah, pasir atau lainnya yang inert. Uap HF dapat dibersihkan dengan semprotan air.
Asam Nitrat, HNO3
Isolasi daerah kebocoran / tumpahan, beri ventilasi dan tanda larangan masuk. Pakai alat pelindung diri. Jauhkan bahan mudah terbakar. Gunakan air untuk menyemprot uap atau untuk pendingin. Sedikit tumpahan dapat diserap dengan tanah atau pasir (non combustible). Tumpahan yang banyak dapat dinetralkan dahulu dengan Ca(OH)2 atau NaHCO3 sebelum dibuang secara khusus.
Asam Sianida, HCN
Pembersihan dilakukan oleh personel yang dilengkapi  dengan alat perlindungan diri. Matikan sumber api. Jangan sentuh HCN. Hindarkan agar Sianida tidak masuk ruangan tertutup. Hentikan kebocoran bila mungkin. Kebocoran cairan dapat diserap dengan penyerap (tanah atau pasir). Bekas tumpahan dapat disiram dengan air
  
 Benzena, C6H6
Gunakan  alat pelindung diri dalam menangani bahan tertumpah, beri ventilasi yang baik. Matikan atau singkirkan semua sumber penyalaan. Tumpahan jangan dibuang ke perairan, tutup tumpahan dengan pasir untuk kemudian dibakar. Bila tumpahan cukup banyak panggil pemadam kebakaran.
Toluena, C6H5CH3
Batasi daerah tumpahan. Pakai alat pelindung diri, matikan api atau sumber penyalaan. Beri ventilasi. Jangan dibuang ke sungai atau perairan. Tumpahan dapat diserap dengan pasir. Bila terjadi kebocoran besar, siapkan pasukan pemadam kebakaran.
Xilena, C6H4(CH3)2
Batasi daerah, beri ventilasi, pakailah pakaian pelindung. Ambil atau matikan semua sumber penyalaan. Cegah tumpahan mengalir ke dalam sungai. Tumpahan dapat diserap dengan pasir untuk kemudian dapat dibakar.
Fenol, C6H5OH
Batasi daerah kebocoran dan sediakan alat proteksi dan ventilasi. Singkirkan sumber panas atau api. Bahan tertumpah segera dikumpulkan dan diserap dengan pasir kering untuk dikuburkan secara aman. Cegah masuk ke dalam perairan, karena amat beracun.
Formaldehida, CH2O
Untuk membersihkannya, pekerja harus memakai alat pelindung diri. Beri ventilasi tempat kebocoran, dan singkirkan sumber – sumber pemanas atau penyalaan. Tumpahan dapat diserap dengan tanah dan pasir kering. Jangan menyentuh bahan. Uapnya  dapat disemprot dengan air.
Piridin, C5H5N
Batasi tumpahan, gunakan alat pelindung diri. Matikan nyala api atau pindahkan sumber pemanas. Jangan sentuh bahan dan cegah agar tidak terbuang ke dalam sungai.
Metanol, CH3OH
Pakailah alat pelindung diri terutama masker dan gloves. Matikan nyala api dan jauhkan sumber pemanas dan penyalaan. Jangan menyentuh metanol. Lakukan pengambilan bahan kembali (recovery), bila tidak mungkin tutup dengan pasir atau absorbent yang kemudian dapat dibakar.
Asetonitril, C2H3N
Gunakan alat pelindung diri seperti pakaian, gloves dan respirator yang tepat untuk menangani bahan tumpahan. Bahan tumpahan dapat diserap dengan kertas dan dibakar. Bekas tumpahan dapat dicuci dengan air sabun.
Dietil Eter, C4H10O
Bila ada eter tumpahan, segera matikan nyala api dan jauhkan sumber penyalaan. Siapkan pemadam kebakaran. Beri ventilasi, serap tumpahan ke dalam pasir.,  untuk kemudian dibakar di tempat aman. Hindari tumpahan masuk  ke dalam perairan atau sungai.
Heksana, C6H14
Hilangkan adanya sumber pemanas, karena uap dapat menuju titik nyala. Pakai alat pelindung diri seperti gloves, perisai muka dan respirator dengan kanister. Tumpahan dapat diserap pada kertas dan dibakar di tempat terbuka. Tumpahan jangan dibuang ke sungai.
Propil Alkohol, C3H8O
Bila terjadi tumpahan, batasi daerah tumpahan, berikan ventilasi dan jauhkan api atau panas dan percikan bunga api. Ambil tumpahan bila mungkin untuk recovery. Bila tidak, serap dengan pasir kemudian dibuang dengan aman. Bekas tumpahan dapat disiram dengan air.
Kloroform, CHCl3
Isolasi daerah kebocoran dan jauhkan orang – orang yang tidak berkepentingan. Beri ventilasi. Serap tumpahan dengan kertas penyerap dan biarkan menguap dalam lemari asam. Bakar kertas di tempat yang aman.
Karbon Tetraklorida, CCl4
Sedikit tumpahan dapat diserap dalam kertas penyerap dan uapkan dalam lemari asam. Kertas bekas dapat dibakar. Lantai bekas tumpahan dapat dicuci dengan air sabun.
Petroleum eter
Segera padamkan atau singkirkan sumber penyalaan atau api. Pakailah alat pelindung diri (goggles & gloves). Semprot dengan bahan pendispersi bila ada agar membentuk emulsi dan semprot dengan air banyak. Bila tak ada bahan pendispersi, serap bahan tumpahan dengan pasir, bawa ke tempat aman dan uapkan atau bakar.
Aseton, C3H6O
Pakailah alat pelindung diri dalam menangani tumpahan bahan, segera pindahkan atau padamkan nyala api. Tumpahan sedikit dapat diserap dalam kertas, uapkan dalam lemari asam. Bakarlah kertas penyerap. Bersihkan lantai dengan siraman air.
   
 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar